Trump Disebut Izinkan Iran Olah Uranium, Tapi Mau Singkirkan Khamenei

10 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan siap mempertimbangkan proposal yang memungkinkan Iran melakukan pengayaan nuklir dalam skala "simbolis", asalkan tidak menyisakan jalur apa pun menuju pembuatan bom nuklir.

Namun, sebagai gantinya, Trump juga menerima berbagai opsi militer terhadap Iran, termasuk yang secara langsung menyingkirkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu diungkap seorang pejabat senior AS kepada Axios. Dalam laporannya, Axios memaparkan bahwa penawaran itu muncul demi mencapai kesepakatan untuk membatasi kemampuan nuklir Iran dan mencegah perang pecah.

Pejabat AS itu menyebut standar bagi proposal nuklir Iran yang akan datang sangat tinggi, karena rencana tersebut harus mampu meyakinkan banyak pihak skeptis di dalam pemerintahan Trump maupun di kawasan.

"Presiden Trump siap menerima kesepakatan yang substansial dan bisa ia pertanggungjawabkan secara politik di dalam negeri. Jika Iran ingin mencegah serangan (AS), mereka harus mengajukan tawaran yang tak bisa kami tolak. Iran terus melewatkan jendela peluang. Jika mereka bermain-main, kesabaran tidak akan lama," ujar pejabat senior AS tersebut.

Sementara itu, pada Jumat (20/2), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan proposal Iran akan difinalisasi dalam dua atau tiga hari ke depan, tenggat waktu yang disebut-sebut Trump tetapkan sebelum mengerahkan militer AS untuk menggempur Teheran.

Araghchi dalam wawancara dengan "Morning Joe" menyatakan pihak AS tidak meminta Iran sama sekali menghentikan "pengayaan" uranium dalam perundingan di Jenewa pada Selasa. Ia juga membantah bahwa Iran menawarkan penghentian sementara program pengayaan.

"Yang kami bicarakan sekarang adalah bagaimana memastikan program nuklir Iran, termasuk pengayaan, bersifat damai dan akan tetap damai selamanya," kata Araghchi.

Araghchi menuturkan Iran bersedia mengambil "langkah-langkah pembangunan kepercayaan" sebagai imbalan pencabutan sanksi AS.

Skenario singkirkan Khamenei

Di tengah negosiasi AS-Iran soal nuklir, Washington terus mengirim armada militer ke Timur Tengah. 

Meski demikian, bahkan sebagian penasihat terdekat Trump mengakui tidak mengetahui keputusan apa yang akan diambil Trump termasuk soal kapan waktu serangan terjadi jika sang presiden memilih jalur operasi militer.

"Presiden belum memutuskan untuk menyerang. Saya tahu itu karena kami belum menyerang. Ia mungkin tidak akan pernah melakukannya. Ia bisa saja bangun besok dan berkata, 'Sudah, kita lakukan,'" kata seorang penasihat senior Trump.

Menurutnya, Pentagon juga telah menyodorkan berbagai opsi yang salah satunya menargetkan Khamenei dan putranya.

"Mereka punya skenario untuk setiap kemungkinan. Salah satunya mencakup menyingkirkan Ayatollah dan putranya serta para mullah," kata sumber itu, merujuk pada Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan putranya, Mojtaba.

Mojtaba dicap beberapa pihak menjadi salah satu penerus kuat rezim ulama Iran jika sang ayah, Khamenei, lengser.

"Apa yang akan dipilih presiden, tidak ada yang tahu. Saya rasa dia sendiri pun belum tahu," paparnya menambahkan.

Sumber kedua mengonfirmasi bahwa rencana untuk membunuh Khamenei dan putranya telah diajukan kepada Trump beberapa minggu lalu.

Penasihat senior lainnya mengatakan "Trump menjaga semua opsinya tetap terbuka" dan menganggap presiden bisa memutuskan untuk menyerang Iran kapan saja.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly enggan mengonfirmasi atau membantah laporan Axios tersebut.

"Media boleh berspekulasi sebanyak yang mereka mau tentang pemikiran presiden, tetapi hanya Presiden Trump yang tahu apa yang akan atau tidak akan ia lakukan," paparnya.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |