Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen kembali menentang keras wacana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat (AS).
Frederiksen menegaskan jika hal itu terjadi, aliansi militer NATO bakal bubar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Amerika Serikat memutuskan menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya usai," kata Frederiksen kepada televisi Denmark TV2.
"Ini mencakup NATO dan kerja sama keamanan yang diberikan sejak akhir Perang Dunia II," lanjutnya, seperti dikutip ABC News.
Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyinggung kembali Greenland usai menyerang Venezuela dan menangkap presidennya, Nicolas Maduro. Dalam pernyataan kepada wartawan pada Minggu (4/1), ia menyebut AS "butuh Greenland" karena wilayah itu sangat strategis.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller juga mengatakan pada waktu terpisah bahwa Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat. Meski begitu, ia merasa tujuan tersebut tak perlu diwujudkan secara militer.
Greenland merupakan pulau terbesar di dunia yang menjadi wilayah otonom Kerajaan Denmark. Secara geografis, Greenland bagian dari benua Amerika Utara, namun politik dan budayanya sejak lama dikaitkan dengan Eropa, khususnya Norwegia dan Denmark.
Dalam konferensi pers pada Senin (5/1), PM Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan situasi di pulau tersebut masih kondusif. Nielsen menegaskan AS tak akan menyerang Greenland seperti yang dilakukan terhadap Venezuela lantaran pulau ini tak punya masalah serupa Venezuela.
"Kita tidak dalam situasi seperti yang kita pikirkan bahwa mungkin akan terjadi pengambilalihan negara dalam semalam. Karena itu, saya menekankan bahwa kita ingin kerja sama yang baik," kata Nielsen.
(blq/bac)

1 day ago
9

















































