Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mau 'memberi pelajaran' ke negara-negara musuh dalam pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) pada pekan ini.
Pezeshkian menuturkan ia bakal menegaskan sikap dan posisi Iran di tengah perang dengan Amerika Serikat serta sekutunya Israel yang masih berlangsung hingga hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami keluar dengan kepala tegak, dan ini adalah sumber martabat dan kebanggaan bagi kita semua. Oleh karena itu, kami akan dengan tegas membela posisi kami di forum internasional," kata dia dalam konferensi pers pada Selasa (22/9), dikutip Tasnim News Agency.
"Kami akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menyampaikan penderitaan yang dialami Iran kepada masyarakat internasional. Kami akan dengan tegas menyampaikan kepada para pihak yang memusuhi kami bahwa, terlepas dari segala ketidakadilan dan perlakuan tidak adil yang kami hadapi, rakyat Iran tetap teguh mempertahankan pendirian mereka," katanya menambahkan seperti dikutip AFP.
Lebih lanjut, Pezeshkian menegaskan warga Iran telah melalui kesulitan-kesulitan dengan bangga. Ia menekankan rakyat akan membela negara dengan kekuatan dan kebanggan.
Di kesempatan itu, Pezeshkian juga menyoroti pelanggaran yang dilakukan Amerika Serikat setelah gencatan senjata dan meneken nota kesepahaman (MoU).
Menurut dia AS gagal menghormati komitmen dalam negosiasi dan perjanjian. Dunia yang aman dan damai perlu menghormati hak bangsa dan individu.
"Bangsa tak bisa dipaksa untuk tunduk melalui kekerasan," ujar dia.
Menanggapi perkembangan Iran, dan wilayah lain di kawasan itu, Pezeshkian mengatakan peristiwa harus dinilai berdasarkan realitas di lapangan dan tidak setiap tindakan bisa dibenarkan dengan dalih memerangi terorisme.
Ia mempertanyakan klaim dari mereka yang melakukan serangan terhadap warga sipil dan fasilitas umum.
(isa/bac)

10 hours ago
5















































