Warga Malaysia Dihebohkan Penemuan Ikan Piranha saat Mancing

16 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Malaysia baru-baru ini dihebohkan dengan penemuan spesies ikan piranha perut merah di Bendungan Klau, Raub, Negeri Pahang.

Bernama melaporkan ikan yang berhabitat di Sungai Amazon tersebut ditemukan pada 26 Agustus lalu oleh seorang warga. Ketika itu, sang warga tengah memancing menggunakan jaring lempar, dan saat jaring diangkat, ada satu ikan diduga piranha di antara tangkapan lainnya.

Direktur Jenderal Perikanan Malaysia Datuk Adnan Hussain mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, ikan tersebut bergenus Pygocentrus, yang merupakan kelompok piranha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan penilaian teknis oleh Lembaga Penelitian Perikanan (FRI) di Glami Lemi, Negeri Sembilan, terhadap foto dan rekaman video ikan tersebut, karakteristik morfologi yang dapat diamati konsisten dengan genus Pygocentrus, yang merupakan kelompok piranha," kata Adnan.

Meski begitu, Departemen Perikanan (DOF) memastikan tidak ada tanda keberadaan populasi piranha di Bendungan Klau karena tak ada temuan lain yang dilaporkan sejak temuan pertama.

"Konfirmasi pasti pada tingkat spesies tidak dapat dilakukan karena spesimen fisik tidak tersedia untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ikan tersebut dilaporkan telah mati dan dibuang oleh individu yang menangkapnya sebelum penyelidikan dilakukan," lanjutnya.

Adnan mengimbau masyarakat agar tidak panik dan mengatakan bahwa DOF akan terus melakukan pemantauan rutin di Bendungan Klau dan daerah sekitarnya guna mengidentifikasi perkembangan baru apa pun, sambil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko pelepasan spesies ikan asing atau invasif ke perairan umum.

Ia berujar melepaskan ikan asing yang invasif ke perairan umum dapat berdampak buruk pada ekosistem perairan darat, populasi ikan lokal, serta keanekaragaman hayati perairan.

"Jika ikan yang diduga spesies asing seperti ini tertangkap, jangan dilepaskan kembali ke air. Simpan spesimen tersebut jika masih dalam kondisi yang sesuai dan segera hubungi kantor perikanan terdekat untuk pemeriksaan dan analisis lebih lanjut, termasuk pengujian asam deoksiribonukleat (DNA) jika diperlukan," kata Adnan.

Penemuan ikan piranha ini ramai di media sosial dan membuat warga Malaysia cemas. Pasalnya, video tangkapan ikan tersebut beredar dengan klaim bahwa ikan tersebut telah memakan buaya.

Warga Malaysia khawatir spesies berbahaya ini telah banyak di perairan Negeri Jiran.

Usai ramai penemuan tersebut, petugas investigasi DOF turun tangan mendatangi pemancing yang merupakan pedagang ikan di daerah tersebut.

Berdasarkan keterangannya, hanya ada satu ikan diduga piranha yang terjerat jaringnya. Ikan lain sementara itu terdiri dari Lampam Sungai, Lampam Jawa, Nilapia Zebra, dan Peacock Bass.

Ikan piranha tersebut kemudian mati setelah dibawa ke darat sehingga ia buang ke semak-semak.

[Gambas:Video CNN]

(blq/dna)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |