Jakarta, CNN Indonesia --
Gedung Putih menyatakan keputusan Vatikan tidak bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Donald Trump soal Jalur Gaza Palestina merupakan hal yang "sangat disayangkan".
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menilai perdamaian "tidak seharusnya bersifat partisan, politis, atau kontroversial."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja, pemerintahan ini ingin semua pihak yang diundang untuk bergabung dengan Board of Peace turut serta, karena dewan ini mengawasi rekonstruksi wilayah yang telah terlalu lama dilanda kekerasan, pertumpahan darah, dan kemiskinan," kata Leavitt kepada wartawan dalam pengarahan pers di Gedung Putih pada Rabu (18/2).
Dewan Perdamaian awalnya dirancang untuk mengawasi rekonstruksi Gaza. Namun, cakupan tugasnya kemudian diperluas menjadi badan bak pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama ini yang akan mengawasi wilayah konflik dan dalam hal ini Gaza.
Dikutip CNN, Leavitt menegaskan BoP "adalah organisasi yang sah dengan puluhan negara anggota dari seluruh dunia, dan kami menilai keputusan Vatikan itu sebagai sesuatu yang disayangkan."
Presiden Donald Trump memberikan undangan kepada Paus Leo XIV untuk bergabung dalam dewan itu bulan lalu.
Namun, Diplomat tertinggi Vatikan Kardinal Pietro Parolin mengatakan Takhta Suci (status resmi Vatikan) menolak untuk bergabung dengan badan itu.
Selain karena Vatikan memiliki status khusus dalam hubungan internasional, penanganan situasi krisis kemanusiaan di Jalur Gaza Palestina semestinya dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bukan badan lain.
"[Takhta Suci Vatikan] tidak akan berpartisipasi dalam Board of Peace karena statusnya yang khusus, yang jelas berbeda dari negara-negara lain," kata Parolinpada Selasa (17/2) seperti dikutip Reuters.
"Salah satu kekhawatirannya adalah bahwa di tingkat internasional, seharusnya PBB yang mengelola situasi-situasi krisis ini. Ini merupakan salah satu poin yang terus kami tekankan," paparnya menambahkan.
Sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di dunia, paus memang jarang bergabung dalam dewan internasional. Vatikan memiliki jaringan diplomatik yang luas dan berstatus sebagai pengamat tetap di PBB.
Parolin juga menuturkan Vatikan merasa "bingung" terhadap sejumlah poin dalam rencana BoP dan menilai masih ada "isu-isu krusial" yang perlu diselesaikan.
Vatikan juga menyampaikan kekhawatiran bahwa Board of Peace dapat mengambil alih peran yang selama ini dijalankan oleh PBB.
(rds)

20 hours ago
7
















































