Jakarta, CNN Indonesia --
Tumpahan minyak dari kapal tanker yang kandas di lepas pantai Oman sudah mencapai daratan negara itu.
Kantor Berita Oman (Oman News Agency/ONA) melaporkan berdasarkan pemantauan otoritas lingkungan hidup, sejumlah pantai di wilayah Ras Madrakah terdampak pencemaran minyak.
Juru Bicara Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) juga melaporkan kebocoran dari kapal tanker minyak mentah CAROLINE BEZENGI telah mencapai sebagian daratan Oman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal itu disebut berada di lepas pantai Sharbithat, Oman, usai kandas pada 30 Juni lalu.
"Minyak terbawa arus ke arah timur laut Pulau Al Qibliyyah dengan sebagian minyak dilaporkan mencapai daratan," demikian pernyataan IMO, seperti dikutip AFP.
Ras Madrakah dengan Al Qibliyyah berjarak lebih dari 200 kilometer. IMO menambahkan angin monsun musiman telah membatasi akses tim menuju kapal dan menunda operasi penyelamatan.
Pada Senin (9/8), Oman menyatakan sedang berjibaku menangani tumpahan minyak tersebut, yang telah mencakup area seluas sekitar 390 kilometer persegi.
Ceceran minyak terkonsentrasi di sekitar kepulauan Hallaniyat di lepas pantai selatan negara tersebut. Ini adalah kawasan konservasi laut yang didirikan tahun lalu untuk melindungi ekosistem sensitif yang menjadi habitat bagi beragam kehidupan laut, termasuk penyu laut langka.
Menurut ONA, bentangan pesisir sepanjang 40 kilometer di wilayah Ras Madrakah kemungkinan akan terdampak ceceran minyak. Tumpahan minyak juga disebut akan mencapai Pulau Masirah dalam beberapa jam ke depan.
Otoritas Oman sejauh ini belum mengidentifikasi penyebab minyak tumpah di kapal tersebut.
Namun, perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard, mengatakan kepada AFP pekan lalu bahwa kapal tanker itu terkena ledakan pada awal Juni saat berlayar di lepas pantai Yaman.
Kelompok advokasi Greenpeace dan PAX mengatakan kepada AFP bahwa tumpahan tersebut berpotensi memicu bencana lingkungan. Mereka memperkirakan sekitar satu juta barel minyak mentah diangkut oleh kapal tersebut.
Kapal ini diyakini bagian dari "armada bayangan" Rusia yang digunakan untuk menghindari sanksi negara-negara Barat terhadap ekspor minyaknya. Armada ini mencakup kapal-kapal tua yang kerap dikritik terkait standar pemeliharaan, asuransi, dan keselamatan.
Sejak perang Amerika Serikat vs Iran pecah, kapal-kapal tanker sering menjadi sasaran serangan, terutama yang berada di sekitar Selat Hormuz atau wilayah proksi Iran.
Pada hari yang sama, kantor berita Iran, IRNA, melaporkan tumpahan minyak dari sebuah kapal telah mencapai wilayah pesisir selatan Pulau Qeshm dan sebagian wilayah Pulau Hengam.
TrackTrackers, situs web berbasis di AS, menyebut tumpahan minyak tersebut tampaknya berasal dari serangan Iran terhadap kapal pengangkut curah MINOAN PIONEER yang terjadi di perairan Oman pada 3 Agustus.
"Tumpahan minyak itu kemudian terbawa arus melintasi selat menuju wilayah Iran," demikian pernyataan TankerTrackers.
(blq/dna)

13 hours ago
8

















































