Jakarta, CNN Indonesia --
Eks Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Mantan Menteri Luar Negeri sekaligus istrinya Hillary Clinton siap memberi kesaksian di hadapan Komite Pengawas DPR soal kasus predator seksual Jeffrey Epstein.
Wakil kepala staf Clinton, Angel Urena, mengonfirmasi rencana kesaksian itu. Hal ini diutarakan pihak Clinton menyusul nama Bill yang ikut disebut dalam dokumen Epstein yang diungkap Kementerian Kehakiman AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bernegosiasi dengan itikad baik. Anda tidak. Mereka memberi tahu Anda di bawah sumpah apa yang mereka ketahui, tetapi Anda tidak peduli," kata Urena di X pada Senin (2/2), mengomentari unggahan anggota komite dari Partai Republik.
Namun, tak ada rincian lebih lanjut hari apa dan jam berapa keluarga Clinton akan memberi kesaksian mereka.
Dia lalu berujar, "Tetapi mantan Presiden dan mantan Menteri Luar Negeri akan hadir. Mereka berharap bisa menetapkan preseden yang berlaku untuk semua orang."
Anggota DPR Partai Republik sebelumnya menyebut Bill dan Hillary menolak panggilan komite pengawasan. Mereka, lanjut dia, juga meminta perlakuan khusus.
"Setelah menentang panggilan pengadilan yang sah, Bill dan Hillary Clinton mencoba menghindari penghinaan dengan meminta perlakuan khusus," kata dia, dikutip Newsweek.
"Keluarga Clinton tidak berada di atas hukum," imbuhnya.
Konfirmasi keluarga Clinton muncul beberapa hari jelang DPR AS yang dipimpin Partai Republik siap memberi suara untuk menyatakan mereka bersalah atas penghinaan pidana terkait penolakannya terhadap panggilan komite selama berbulan-bulan.
Dalam pernyataan resmi, Ketua Komite Pengawasan DPR James Comer mengatakan telah mengirim pesan yang jelas bahwa "tidak ada seorang pun yang kebal hukum," demikian dikutip BBC.
Namun, pengacara keluarga Clinton menyebut surat panggilan komite tersebut "tak bisa ditegakkan." Ia juga mengatakan kedua orang ini telah memberi "informasi terbatas" yang mereka punya tentang Epstein.
Foto Bill Clinton muncul dalam berkas Epstein yang dirilis Kementerian Kehakiman. Dalam gambar itu, ia tampak berada di kolam renang.
Urena menegaskan foto itu sudah sangat lama dan Clinton berhenti berkomunikasi dengan Epstein sebelum kejahatannya terungkap.
(isa/rds)

3 hours ago
3

















































