Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan pemilu akan digelar pada 1 November untuk memilih anggota Dewan Nasional Palestina (Palestinian National Council/PNC), yang merupakan bagian parlemen Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organisation/PLO).
Hal tersebut dilaporkan langsung oleh kantor berita resmi Palestina, Wafa, pada Senin (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pertama kalinya, anggota dewan tersebut akan dipilih melalui pemungutan suara langsung oleh rakyat.
Sebelumnya, para anggota PNC ditunjuk atau dikooptasi dari dalam tubuh gerakan itu sendiri.
Dikutip AFP, Abbas, yang menjabat sebagai Presiden Otoritas Palestina sekaligus Ketua PLO, mengumumkan gelaran pemilu tersebut melalui dekret.
Dekret tersebut menyatakan bahwa "pemilu akan diselenggarakan di mana pun memungkinkan, baik di dalam maupun di luar Palestina, guna menjamin partisipasi seluas-luasnya dari rakyat Palestina di mana pun mereka berada".
PNC sejak lama berfungsi sebagai parlemen PLO di pengasingan. Lembaga ini didominasi oleh Fatah, partai politik Abbas yang turut didirikan oleh Yasser Arafat, pemimpin bersejarah Palestina yang wafat pada 2004.
Sementara itu, kelompok Hamas dan Jihad Islam Palestina, yang bukan anggota PLO, tidak memiliki perwakilan di dewan tersebut.
Padahal, Hamas pernah memenangkan pemilu parlemen pada 2006 lalu dengan mayoritas suara.
Sengketa pemilu itu lah yang sempat memicu perang sipil di Gaza.
Pemilu parlemen ini digelar kala Jalur Gaza Palestina gencatan senjata setelah digempur habis-habisan secara brutal oleh agresi Israel sejak Oktober 2023 lalu.
Lebih dari 70 ribu orang Palestina tewas di Gaza imbas agresi Israel yang dicap komunitas internasional sebagai genosida di era modern ini.
Meski sedang gencatan senjata, Israel masih terus menggempur dan melancarkan serangan dan kekerasan lainnya di Gaza bahkan Tepi Barat.
(rds)

4 hours ago
4

















































