Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penundaan rencana serangan militer terhadap Iran setelah menerima permintaan dari Teheran dan sejumlah negara di Timur Tengah. Namun, Trump menegaskan keputusan tersebut hanya berlaku apabila kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan militer AS bersama Israel sebenarnya telah siap melancarkan operasi terhadap Iran.
"Amerika Serikat sudah siap sepenuhnya untuk bertindak terhadap Republik Islam Iran dengan kekuatan militer yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II. Meski demikian, kami baru saja diminta oleh Iran dan negara-negara lain di Timur Tengah untuk menunda serangan," tulis Trump, seperti dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump mengatakan dirinya menyetujui permintaan tersebut dengan syarat proses negosiasi segera menghasilkan kesepakatan.
"Berdasarkan permintaan itu, saya setuju membatalkan serangan dengan syarat kesepakatan dapat segera dicapai. Israel juga bergabung dalam komitmen ini," lanjutnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran memperingatkan akan memberikan balasan keras apabila AS kembali menyerang wilayahnya. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, dalam pembicaraan terpisah dengan pejabat senior Turki, Pakistan, dan Arab Saudi, menegaskan Teheran akan merespons setiap bentuk "agresi" dari AS.
Araqchi juga memperingatkan keterlibatan negara lain dalam serangan terhadap Iran akan memicu balasan yang setimpal.
Sementara itu, Nournews, media yang berafiliasi dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menyatakan serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan menyerang ladang minyak Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), serta ladang gas Qatar dan Israel.
Sehari sebelum pengumuman tersebut, Trump mengaku masih yakin tim negosiator AS, termasuk Jared Kushner, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, masih memiliki peluang mencapai kesepakatan dengan Teheran.
Meski demikian, Trump mengaku mulai kehilangan kepercayaan terhadap Iran. Menurutnya, Teheran berulang kali mengingkari komitmen yang telah disepakati dan kembali mengancam akan melancarkan serangan.
Konflik yang dipicu serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari terus mengguncang pasar energi global.
Harga minyak mentah Brent tercatat melonjak sekitar 24 persen sepanjang Juli. Sejumlah analis memperkirakan tren kenaikan tersebut masih akan berlanjut hingga akhir tahun.
Ketegangan juga mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dunia. Banyak perusahaan pelayaran menunda pengiriman kapal karena tingginya risiko keamanan.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mulai mengancam jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, salah satu rute ekspor utama minyak Arab Saudi melalui Laut Merah. Militer Kuwait juga melaporkan serpihan proyektil menghantam sebuah fasilitas pemerintah di wilayah utara negara itu serta properti milik perusahaan di Pulau Bubiyan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menerima laporan dua insiden terhadap kapal di perairan Oman. Salah satunya melibatkan kapal tanker yang mengalami kerusakan di ruang mesin setelah terkena proyektil tak dikenal. Kapal lainnya melaporkan ledakan di dekat lambung kapal, meski tidak menyebabkan kerusakan.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Kedutaan Besar AS di sejumlah negara Timur Tengah mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negaranya. Peringatan itu diterbitkan di Bahrain, Mesir, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Pemerintah AS meminta warganya mempertimbangkan untuk meninggalkan kawasan tersebut atau setidaknya mempersiapkan evakuasi apabila konflik semakin meluas. Selain itu, warga AS diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta gangguan perjalanan.
Kedutaan Besar AS di Yordania juga mengimbau warganya menghindari pangkalan militer yang belakangan menjadi sasaran serangan rudal Iran. Sementara di Israel, warga AS diminta mengetahui lokasi tempat perlindungan atau bunker terdekat sebagai langkah antisipasi apabila serangan kembali terjadi.
(del/tis)

16 hours ago
8
















































